Kamis, 12 Februari 2015

Manusia Teristimewa di Mata Tuhan

Tanpa ada keraguan sedikitpun, bahwa Allah menciptakan manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Dalam hal ini Allah memberikan petunjuk melalui kitab suci-Nya, yang artinya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. at-Tîn [95]: 4)

Pengakuan pada kesempurnaan wujud manusia, tentu tidak dimaksudkan merendahkan mahluk-mahluk Allah lainnya, seperti setan, malaikat, hewan maupun tumbu-tumbuhan, atau bahkan benda-benda mati sekalipun seperti batu dan tanah. Karena bagaimanapun juga, sesuatu yang diciptakan oleh dzat yang maha sempurna tentu tidak akanlepas dari sifat kesempurnaan. Karena, Allah tidak mungkin menciptakan mahluk secara asal, tanpa ada kesesuaian dengan maksud dan tujuannya. Letak kesempurnaan ciptaan Allah adalah terkait erat dengan tujuan yang hendak diinginkan-Nya.
Dalam Al-Qur’an Allah mengingatkan melaui firmanya : (Dia) yang menciptakan (segala sesuatu) dan menyempurnakan(QS. al-A‘lâ [87]: 2).
Begitu pula kesempurnaan manusia, penciptaan manusia juga terkait erat dengan maksud dan tujuannya. Kita dapat perumpamakan manusia adalah sebuah pisau yang dibuat oleh seorang pandai besi. Sebuah pisau yang sangat tajam, akan memiliki makna sempurna jika dikaitkan dengan tujuan pisau itu digunakan. Ketajaman pisau dapur tentu berbeda fungsinya dengan ketajaman pisau untuk membelah kayu. Setajam apapun pisau dapur tidak akan efektif ketika digunakan untuk memotong kayu dan juga sebaliknya pisaupemotong kayu juga tidak bisa digunakan secara maksimal untuk memotong sayuran dapur.
Demikian juga halnya manusia sebagai mahluk yang sempurna tidak bisa dibandingkan dengan kesempurnaan malaikat, jin, setan atau pun hewan dan tumbuhan. Kesempurnaan manusia berkaitan erat dengan fungsi utama penciptaannya yaitu sebagai kholifah dibumi. Kholifah fil ardh adalah fitrah diciptakannya manusia oleh Tuhan.
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".(Q.S.2:30).
           Dengan mengikuti petunjuk Allah yang ada dalam Al-Qur’an,kita dapat menegtahui bahwa Allah sudah jauh-jauh sebelumnya, telahberencana menciptakan manusia dibumi. Dalam mewujudkan rencana-Nya itu, Allah terlebih dahulu menciptakan para malaikat dan bangsa Jin. Jin dicipta Allah dari api, sedangkan malaikat dicipta dari cahaya.
Keduanya begitu taat kepada Allah, sehingga ketika Allah bermaksud menciptakan manusia, malaikat angkat bicara karena ketidaktahuannya apa maksud Allah menciptakan manusia di bumi.
Allah pertama kali membuat manusia dari sari pati tanah yaitu tanah liat kering dari lumpur hitam.Dengan kekuasaan-Nya, “kun fayakun” maka jadilah manusia pertama yang kita kenal dengan nama Adam.  Dalam hal ini Allah berfirman :
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)
Untuk menjawab ketidaktahuan malaikat, Allah kemudian mengajarkan nama-nama kepada Adam. Dalam firmannya :
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kalian mamang orang-orang yang benar!” (QS al-Baqarah [2]: 31)
Mendapatkan tantangan dari Tuhannya, malaikat hanya bisa memuji kebesaran Allah, dan mengaku tunduk pada perintahnya :
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Baqarah [2]: 32)
Dan selanjutnya Allah berfirman :
”Allâh  berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allâh  berfirman: “Bukankah sudah Aku katakan kepada kalian, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian lahirkan dan apa yang kalian sembunyikan?”
Setelah Allah menunjukkan rahasia (khikmah) dibalik penciptaan Adam, kemudian Allah memerintahkan setan dan malaikat untuk bersujud kepada Adam. Malaikat yang jiwanya lurus, selurus rambatan cahaya, mengikutpadaperintah-Nya dengan taat. Akan tetapi Syetan (bangsa jin yang ingkar) merasa dirinya lebih mulia dibandingkan dengan Adam, menyatakan menolak, tidak menuruti  keingingan Tuhannya.
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah kalian kepada Adam!” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan membesarkan diri dan adalah ia termasuk golongan yang Kafir.” (QS al-Baqarah [2]: 34)
 Melihat perilaku syetan, Allah menjadi sangat murka, dan mengutuk syetan, lalu mengusirnya dari surga.
Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." (QS. 15/Al-Hijr: 35)
Setantidak tinggal diam, ketika mendapat murka dari Allah.Setan kembali protes dengan mengajukan syarat. Hukuman dari Allah bisa dia terima dengan rela, tetapi dia meminta ijin untuk tetap bisa menggoda anak cucu adam sampai hari pembalasan. Kesombongan Iblis ini di abadikan dalam alqur’an Surat Al-A’raaf, ayat 11-18:
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. 13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”. 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. 15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.” 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). 18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raaf: 11-18)
Sejak saat itulah, syetan menjadi musuh bebuyutan manusia. Setan tidak terima atas keputusan Allah, yaitu mengeluarkannya dari surga. Sebagai bentuk protes pada kekuasaan Allah, syetan meminta untuk diberikan kesempatan menggoda anak cucu adam dengan berbagai cara, agar senantiasa ingkar kepada Tuhannya.
Meski Adam hidup senang di surga, tetapi Iatidak bahagia karena sifat kesepian selalu muncul dalam jiwanya.Tak tahan dengan rasa sepi, Adam mengadu kepada Allah. Ia meminta diberikan teman hidup di surga. Allah mengabulkan keinginan Adam. Dari tulang sulbinya sendiri, teman hidup Adam yang bernama Hawa di ciptakan dengan syarat keduanya berjanjitidak mendekati buah terlarang yaitu zaqun.
Akan tetapi, atas kecerdikan dan kelicikan setan,pasangan Adam dan Hawa akhirnya tergoda  untuk memakan buah larangan Allah itu. Dengan tipu datanya, Setan berhasil menghancurkan kebahagiaan Adam di surga, laksana api menghancurkan kayu bakar. Adam dan Hawa tanpa menyadari telah melanggar larangan itu. Allah pun murka, dan mengusir Adam dari Surga untuk tinggal di Bumi.
Sejak Adam menempati Bumi, manusia berkembang secara biologis melakui membuahan sperma dengan ovum. Sejak saat itu pula, kecerdasan dan kemampuan manusia untuk menaklukan alam berkembang, dan terus berkembang sesuai dengan  kemajuan peradaban manusia. Sehingga semakin nampak potensi dari kelebihan manusia dibandingkan dengan mahluk-mahluk Allah yang lainnya.
Kelebihan manusia yang dicipta dari sisi Tuhannya sangat nyata.Manusia dibekali oleh Allah berupa kesempurnaan badan sebagai hardwere yang lengkap dengan pancaindra.Dan sebagai softwerenya manusia dibekali oleh Allah berupa hati dan otak. Kesempurnaan penciptaan Manusia, digambarkan dalam Al-Qur’an :
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (al-Isra’ : 70)
 Tujuan akhir dari seluruh pemberian nikmat itu kepada manusia tidak lain adalah hanya semata-mata agar manusia senaniasa bersyukur dan beribadah kepada Allah,  menjunjung dan mengibarkan kebesaran Allah di muka bumi, melaui jalan takwa.Maksud  dan tujuan penciptaan manusia ini, dilukiskan oleh Allah dalam Surat Adz-Dzaariyaat ayat 56 yang artinya :"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Dan Surat Al-Baqarah ayat 21, yaitu “Hai manusia, sembahlah Tuhanmuyang telah menciptakanmudan orang-orang yang sebelummu,agar kamu bertaqwa”.
Kepercayaan Allah pada manusia untuk memegang amanat sebagai kholifah di bumi, karena manusia mempunyai segala kemampuan yang dibutuhkan untuk memegang amanat itu.Awal manusia yang terbuat dari sari pati tanah, itu diberikan daya hidup berupa ruh atau nyawa.Dengan adanya ruh, badan manusia dengan seluruh perangkatnya menjadi berfungsi dan bermakna.Anggota badan seperti kaki dan tangan dapat bergerak, otak dapat berfikir dan hati menjadi bisa merasa.Tanpa adanya nyawa, manusia tidak ubahnya seperti benda mati, tidak mememiliki daya untuk melangsungkan kehidupan yang diamanatkan Tuhan.
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya Ruh Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”
 QS. As Sajadah (32) : 9
Dengan kemampuan fisik luar biasa yang dimiliki, manusia dapat memenuhi hajat hidupnya dengan lebih mudah dibandingkan dengan mahluk lain ciptaan Allah di muka bumi. Kerangka tubuh manusia disusun atas struktur tulang yang sangat kompleks dan lengkap dibandingkan dengan primata lain, sehingga manusia dapat berjalan dengan tegak, fleksible dan lentur.
Dibalik kemampuan fisik yang sangat sempurna, Tuhan juga memberikan kemampuan manusia logika berfikir, melebihi mahluk-mahluk primata lain di bumi. Respon dari luar yang diterima oleh panca indra mampu di simpan, direspon dan dianalisa dengan baik oleh otak Manusia. Sampai pada akhirnya manusia menentukan sikap dan perbuatannya dalam mensikapi segala respon kehidupan yang ada di bumi ini.
Untuk mencapai sebuah kesadaran dan kebenaran dalam memutuskan,  Allah membekali manusia denganhati nurani. Hati nurani menjadi pengendali perbuatan manusia agar tidak keluar dari rambu-rambu kebenaran yang digariskan oleh Allah.Dapat diibaratkan, hati nurani adalah tali kekang, yaitu tali kendali yang menjaga manusia dari kesalahan, agar manusia tidak terjerumus pada jurang kesesatan.
Badan hati dan akal bekerja bersama-sama dalam diri manusia untuk berjuang melawan hawa nafsunya yang senantiasa membujuk rayu untuk ingkar kepada Allah.Sejak ditiupkannya roh pada jasad manusia, kesadaran jiwa manusia timbul tenggelam memperebutkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan. Kebaikan dikendalikan oleh hati nurani, dan kejahatan dikendalikan oleh hawa nafsu yang tidak lain adalah bujuk rayu setan. Ditengah-tengah pertarungan itu, manusia dapat memilah dan menyeleksi perbuatannya dengan bantuan pikirannya. Kecondongan pada hati nurani menjadikan manusia tumbuh jiwa mulia, akan tetapi sebaliknya, kecondongan pada setan akan menjadikan jiwa manusia menjadi buruk. Sebagaimana firman Allah :
 Demikianlah Allah menaruh kepercayaan penuh pada manusia sebagai kholifah di bumi.Manusia dipercaya sebagai wakil Tuhan, melebihi kepercayaannya kepada para malaikat, padahal malaikat adalah mahluknya yang senatiasa tunduk, taat dan tidak pernah membantah disekitpun.Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki potensi ruhani yang jauh lebih mulia, melebihi memuliaan malaikat.
Akan tetapi itu semua tergantung pada manusia sendiri, yaitu bagaimana mempergunakan hati nurani dan akalnya untuk senantaisa  mencari kebaikan dengan tunduk dan taat kepada Allah, ataukah mengikuti hawa nafsu dan godaan setan.
Dengan berfungsinya seluruh perangkat hidup manusia, maka gambaran jiwa manusia menjadi terisi, seperti tumbuhnya kecambah di musim hujan. Kesan-kesan hidup manusia tergambar dalam jiwanya, bahagia, menderita atau sedih melekat timbul tenggelam pada diri manusia.

Manusia akan mencapai derajat setinggi-tingginya dan dapat pula direndahkan serendah-rendahnya melebihi derajat hewan. Hal itu tergantung pada bagaimana manusia menggambarkan keadaan dirinya pada jiwanya. Dengan kesanggupannya menjadi kholifah yaitu amanat menjadi wakil Tuhan di bumi merupakan tanda-tanda keistimewaan dan kelebihan manusia dibandingkan makhluk-makhluk yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Foto Pribadi

Foto Pribadi
Dengan berbagi maka akan menjadi lebih banyak